Aku Melawan Teroris

Tuesday, November 11, 2008

Surat Dari Imam Samudera



SURAT DARI AL-AKH IMAM SAMUDRA
Agustus 31, 2008 Posted by Abah Zacky as-Samarani (http://abahzacky.wordpress.com)


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji hanya milik Allah, sesembahan seluruh makhluk dan shalawat kepada Rasul akhir zaman, Muhammad Shalallohu’alaihi Wassalam.

Telah kuterima suratmu akhi, diantara gerimis hujatan dan cercaan para penguasa dzolim. Sepucuk suratmu telah membangkitkan perasaan dan semangatku. Dari balik jeruji besi ini, aku sampaikan bahwa aku baik dan selalu dalam lindungan Allah, Pemelihara alam semesta dan sesembahan segala makhluk. Tiada kenikmatan yang mampu aku rasakan kecuali dalam jeruji ini. Satu kenikmatan yang hanya aku yang mampu merasakannya.

Akhi, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh ikhwan yang telah mengazzamkan dirinya kepada JIHAD dan MATI SYAHID untuk terus berjihad dan bertempur melawan syetan akbar, Amerika dan Yahudi Laknat.

Akhi, jagalah selalu amalan harian antum. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita dari bahaya futur dan malas hati.

Akhi, jagalah malammu kepada Allah azza wa jalla. Selalulah isi malam-malammu dengan sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum sepenuhnya kepada kekuasaan-Nya. Ingatlah akhi, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.

Ingatlah selalu akan janji kita, untuk selalu membentuk generasi pengganti. Satu generasi yang mereka mencintai kematian sebagaimana musuh-musuh Allah mencintai kehidupan. Bangkitkan generasi yang siap menjadi pasukan-pasukan Allah. Binalah suatu generasi yang mereka siap selalu untuk menjadi manusia penghancur kekafiran dan kebathilan. Bangunkan pemuda yang siap menjadi pasukan syahid yang akan menggentarkan musuh Allah, musuh Islam, dan musuh kaum Muslimin.

Kepada antum yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belumlah usai. Justru saat inilah baru dimulai peperangan yang sesungguhnya. Lakukanlah aksi-aksi syahid di manapun antum semua berada. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita akhi. Jikalau teror yang selama ini kita lakukan membuat gentar dan takut, maka teruslah lakukan ke atas semua kepentingan musuh kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir. Sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, ia adalah ISLAM atau KAFIR. Tidak ada beda antara sipil kafir dengan tentaranya. Jika kalian mampu membunuh troop-troop mereka, itu lebih baik bagi kalian daripada ibadah sunah kalian.

Akhi, bersabarlah dengan semua ujian yeng menimpa kita ini. Ingatlah semakin berat ujian ini, semakin dekat pula pertolongan Allah untuk pasukan kita. Buatlah sehingga orang-orang kafir itu tidak kerasan dengan kekafiran mereka di muka bumi ini. Jadikan darah mereka seperti darah anjing yang hina dina. Lakukanlah teror atas mereka sebagaimana mereka melakukan teror dan pembantaian atas saudara kita di Palestina, Afghanistan dan seluruh penjuru bumi. Jika mereka membantai satu saudara kita, bantailah seratus orang dari mereka. Jika mereka membantai sepuluh orang saudara kita, bantailah seribu orang dari mereka, atau bahkan kalau bisa lebih dari itu.

Akhi, jadikan hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap orang-orang kafir. Bukankah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh akhi, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran. Sungguh sebutan teroris itu lebih berharga daripada gelar penguasa muslim, namun mereka justru menjadi mesin pembantai kaum Muslimin. Jika kalian membenci dan memusuhi gelar yang diberikan oleh musuh Allah terhadap kita, maka melalui jalan mana lagi kita akan masuk jannah.

Ingatlah akhi, Jannah itu diraih dengan jalan pedang dan pertempuran. Jannah itu diraih dengan darah dan air mata. Jannah itu diraih dengan pembantaian dan kebinasaan. Islam itu ditegakkan dengan perang dan simbahan darah dan air mata. Tidaklah Islam itu jaya melainkan berdiri di atas darah dan tulang belulang para syuhada. Maka, jika kalian tidak sempat mengecap kemenangan Islam, maka kalian akan mengecap nikmatnya Jannah yang telah dijanjikan Allah kepada para pembela dan pengawal Islam.

Ingatlah selalu penderitaan orang-orang tua kita. Kenanglah selalu jerit tangis anak-anak kita. Janganlah hapus dari ingatan antum pencabulan yang dilakukan oleh orang-orang kafir terhadap Muslimah kita. Berjanjilah untuk membalasnya akhi. Berjanjilah, bunuhlah para pemimpin orang-orang kafir itu. Hancurkan kesombongan mereka dan hinakan harga diri mereka. Janganlah kalian berhenti memerangi mereka hingga Islam menang atau antum hancur dalam peperangan. Aku akan selalu berdo’a untuk kemenangan Islam, kemenangan antum dan kemenangan pasukan kita, di antara hardikan dan cambukan anjing sipir penjara.

Sekian saja akhi. Bersabarlah dan selalu istiqomah. Alloh di belakang kita, masa depan milik Islam. Allahu Akbar…Allahu Akbar dan kekuatan hanya milik Allah semata.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dari saudaramu FATIH, di antara jeruji besi penguasa kafir Indonesia.

Monday, November 10, 2008

Mujahid Bali



Ciri Khas Syuhada Pada Mujahid Bali

Ahad, 09-11-2008 | 20:33:05 WIB

Syuhada Bali Dalam kancah dunia jihad, seseorang bila telah syahid, biasanya mengeluarkan ciri khas yang menyertainya. Hal-hal tersebut sangat familiar ada di kancah jihad Afghanistan, Palestina, Iraq dan kancah jihad lainnya. Sebagai pertanda akan kesyahidan dan persaksian akan perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya dengan susah payah. Demikian pula yang terjadi dengan Syuhada Imam Samudera.

Pekikan takbir mengiringi datangnya jenasah para syuhada. Bagi pahlawan di medan perang, sambutan itu menggema , dan mengharu biru. Tidak ada sedikitpun perasaan bahwa mereka adalah teroris dan kriminal seperti yang telah digembar-gemborkan oleh aparat kepolisian, pihak yang melakukan pembunuhan keji terhadap Imam Samudera, Amrozi dan Ustad Mukhlaas. Bahkan warga meneriakan dukungan dan akan terus melanjutkan perjuangan mereka.

Di Serang, Banten, warga berebut untuk men-sholatkan jenazah Imam Samudera. Daya tampung masjid yang terbatas membuat sholat jenazah terpaksa dilakukan hingga empat kali. Kondisi tak jauh beda dengan yang terjadi di Lamongan , Jawa Timur. Ribuan jamaah yang ikut dalam prosesi pemakaman syuhada Tenggulun, memaksa sholat jenazah dilakukan lebih dari dua kali.



Tanda Syahid

Bukti-bukti kesyahidan atas tiga syuhada Bali ini terlihat dengan jelas. Di sekitar rumah kediaman Hj. Tariyem, Ibunda Amrozi, burung berwarna hitam berputar-putar di atas rumah. Selain itu bau semerbak yang keluar dari tubuh syuhada Amrozi dan Ustadz Mukhlaas jelas memancar. Khas bau seorang syahid. Bau itulah yang membuat suasana semakin haru. Para pelayat tak kuasa menahan air mata mereka. Menurut kontributor Muslimdaily, Rofiq, wajah para syuhada terlihat sangat bersih dan tampan. Berseri dan terlihat tersenyum, tidak nampak bekas raut wajah yang menahan kesakitan, meski dibunuh dengan cara ditembak.

Tak jauh berbeda keadaan dengan syuhada Imam Samudera. Menurut Khoirul Anwar, kak Imam Samudera, adiknya terlihat sangat bersih. Wajahnya seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan permen. Seperti bayi yang baru saja dimandikan bidan," tuturnya. "Wajahnya begitu bahagia dan bersih. Bibirnya tampak tersenyum," imbuhnya.

Tidak hanya disitu saja keanehan yang terjadi. Menurut Lulu Jamaludin, adik Imam Samudera, kakaknya memancarkan bau wangi seperti minyak wangi yang sering dipakainya. Bahkah darah segar terus saja mengalir dari luka bekas tembak. "Memang darah Syuhada tidak kan pernah kering," ujar Khairul.



Dan Takbir Pun Menjadi Salam Perpisahan

Ribuan pelayat yang berdatangan dari segala penjuru kota, menjadi pertanda atas ketulusan perjuangan mereka. Tujuan dan seruan mereka yang disampaikan melalui wartawan televisi akan keikhlasan dalam memperjuangkan Islam dan kaum Muslimin, terbukti dengan banyaknya orang yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Entah akankah akan ditemui pejuang yang seperti mereka. Namun tabiat sejarah dan peradaban akan terus berulang. Kematian seorang pejuang akan melahirkan ribuan pejuang. Mati satu tumbuh seribu. Akan lahir mujahid yang mewarisi watak, prinsip, dan pendirian mereka meski dalam segi yang berbeda. Kemudian mereka juga akhirnya akan berakhir sama, menghadapi kematian syahid yang lama sudah mereka damba.

Tubuh saling berdesakan dan perhatian terus tertuju kepada jasad para syuhada sebelum masuk liang lahat. Bibir terus bergumam mengucapkan dzikir dan takbir. Allahu Akbar...!! Selamat jalan wahai syuhada, kami akan mewarisi sifatmu yang mulia. Dan takbir pun menjadi salam perpisahan kita di dunia.

Surat Wasiat Imam Samudera


Berikut surat wasiat yang dibagikan dalam secarik kertas HVS:

"Saudara, aku wasiatkan kepada antum dan seluruh umat Islam yang telah mengazzamkan dirinya kepada jihad dan mati syahid untuk terus berjihad dan bertempur melawan setan akbar, Amerika dan Yahudi laknat.

Saudaraku, jagalah selalu amalan wajib dan sunnah harian antum semua. Sebab dengan itulah kita berjihad dan sebab itulah kita mendapat rizki mati syahid. Janganlah anggap remeh amalan sunnah akhi, sebab itulah yang akan menyelamatkan kita semua dari bahaya futur dan malas hati.

Saudaraku, jagalah salat malammu kepada Allah Azza Wajalla. Selalulah isi malam-malammu sujud kepada-Nya dan pasrahkan diri antum semua sepenuhnya kepada kekuasaannya. Ingatlah saudaraku, tiada kemenangan melainkan dari Allah semata.

Kepada antum semua yang telah mengikrarkan dirinya untuk bertempur habis-habisan melawan anjing-anjing kekafiran, ingatlah perang belum usai. Janganlah takut cercaan orang-orang yang suka mencela, sebab Allah di belakang kita. Janganlah kalian bedakan antara sipil kafir dengan tentara kafir, sebab yang ada dalam Islam hanyalah dua, adalah Islam atau kafir.

Saudaraku, jadilah hidup antum penuh dengan pembunuhan terhadap dengan orang-orang kafir. Bukanlah Allah telah memerintahkan kita untuk membunuh mereka semuanya, sebagaimana mereka telah membunuh kita dan saudara kita semuanya. Bercita-citalah menjadi penjagal orang-orang kafir. Didiklah anak cucu antum semua menjadi penjagal dan teroris bagi seluruh orang-orang kafir. Sungguh saudaraku, predikat itu lebih baik bagi kita daripada predikat seorang muslim, tetapi tidak peduli dengan darah saudaranya yang dibantai oleh kafirin laknat. Sungguh gelar teroris itu lebih mulia daripada gelar ulama. Namun mereka justru menjadi penjaga benteng kekafiran."

As Syahid Imam Samudra



Ahad 09 Nov, 02:43 PM

Serang, Banten (arrahmah.com) - Hari ini telah dijemput para bidadari para kafilah syuhada, Mujahid Imam Samudera, Mujahid Amrozi dan Mujahid Ali Ghufron. Mereka semua telah menunjukkan pada umat ini bagaimana sikap mujahid sejati yang tetap istiqomah.

Sejak kedatangan jenazah Mujahid Imam Samudera yang diterima dirumah istri beliau Zakiah Derajat, keluarga besar tampak tabah dan meyakini akan syahidnya As Syahid Imam Samudera.

Wajah as syahid Imam Samudera yang sempat dibuka keluarga tampak putih segar, tersenyum dan berpaling kekanan sebagaimana ekspresi raut kebahagiaan dan kepuasan bertemu dengan Sang Khalik. As Syahid Imam Samudera membawa luka yang akan menjadi bukti di hadapan Allah untuk menjadi salah satu pengikut rombongan kafilah syuhada.

Setelah disholatkan keluarga, jenazah dibawa menuju masjid Al Manar Serang Banten diiringi ribuan masyarakat pada kanan kirinya jalan. Sholat jenazah diikuti ribuan umat muslim sehngga memerlukan 3 kali kesempatan sholat jenazah.

Walaupun dengan penjagaan yang sangat ketat dari aparat, hal ini tidak menyurutkan ribuan kaum muslimin mengiringi as syahid Imam Samudera untuk mengantarkan ke kuburnya. Gema takbir terus membahana mengiringi As Syahid Imam Samudera menjemput bidadari.

Sungguh,As Syahid memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para mujahid bagaimana wujud Iskariman au mut syahidan (Hidup Mulia, Atau Mati Syahid).

(Prince of jihad/arrahmah.com)

Thursday, November 09, 2006

Siapakah Sebenarnya Pengganas?

Abu Bakar cabar Bush berdialog

JAKARTA 8 Nov. – Ulama terkemuka Indonesia, Abu Bakar Bashir mencabar Presiden Amerika Syarikat (AS), George W. Bush untuk mengadakan perbincangan dengan beliau berhubung isu keganasan semasa lawatannya ke Indonesia bulan ini.

“Ustaz mencabar Bush. Jika beliau serius dan benar-benar seorang lelaki sejati, beliau harus menjemput ustaz untuk berdialog,” kata jurucakap bagi Majlis Mujahidin Indonesia (MMI), Fauzan Al-Ansori kepada AFP.

Menurut beliau, pertubuhannya tidak mempunyai rancangan untuk menghubungi Kedutaan AS atau kerajaan di sana bagi mengendalikan perbincangan yang dicadangkan itu.

“Kami telah mempunyai pengalaman pahit sebelum ini apabila ustaz mahu bertemu dengan Condolleeza Rice (Setiausaha Negara AS) dan hanya ditunjukkan pintu sahaja,” jelas Fauzan.

Tambah beliau, jemputan untuk mengadakan rundingan itu seharusnya datang daripada Bush sendiri kerana beliau satu-satunya yang melabelkan Abu Bakar sebagai seorang pengganas.

“Apa yang ingin ustaz Abu Bakar mahu bincangkan dengan Bush adalah, siapakah sebenarnya pengganas, dan siapakah yang sebenarnya tidak mahu keamanan di dunia,” kata Fauzan.

Abu Bakar adalah pengerusi MMI, pertubuhan yang menjadi payung bagi menyokong pelaksanaan undang-undang Syariah Islam, telah menuduh Bush sebagai pengganas. – AFP

UM 9.11.2006

Monday, November 06, 2006

Saddam dihukum mati

Saddam dihukum mati -- Didapati bersalah lakukan pembunuhan 148 penduduk Syiah pada 1982

BAGHDAD 5 Nov. – Bekas Presiden Iraq, Saddam Hussein dijatuhi hukuman gantung sampai mati oleh Tribunal Tinggi Iraq hari ini kerana didapati bersalah atas tuduhan melakukan jenayah terhadap kemanusiaan di negara itu.

Bekas ketua perisikan Iraq, Barzan Ibrahim Al-Tikriti yang juga adik tiri lelaki Saddam (berlainan ibu) serta bekas Hakim Mahkamah Revolusi Iraq, Awad Hamed Al-Bander turut menerima hukuman mati.

Selepas hukuman dibacakan, Saddam, 69, yang kelihatan menggeletar berteriak: “Hidup Iraq! Hidup rakyat Iraq! Allah lebih besar daripada penceroboh!”

Beliau pada mulanya enggan berdiri atas arahan Ketua Hakim, Raouf Abdul-Rahman tetapi dua pegawai mahkamah memaksa Saddam bangun dan beliau terpaksa berdiri sepanjang keputusan dibacakan.

Hukuman mati ke atas Saddam itu akan dikaji semula secara automatik oleh sebuah panel rayuan.

Sekiranya panel hakim rayuan mendapati ada sebab untuk mempertikaikan hukuman itu, Saddam akan dibicarakan semula.

Jika tidak, hukuman yang dijatuhkan hari ini akan dilaksanakan dalam tempoh 30 hari.

Bekas Naib Presiden, Taha Yassin Ramadan pula dikenakan hukuman penjara seumur hidup manakala bekas pegawai Parti Baath, Mohammed Azawi Ali didapati tidak bersalah dan dibebaskan serta-merta kerana ketiadaan bukti.

Tiga pegawai Baath lain, Ali Dayih Ali, Abdullah Kazim Ruwayyid dan anaknya Mizhar Abdullah Ruwayyid dijatuhi hukuman penjara 15 tahun kerana melakukan penyeksaan dan pembunuhan dengan niat.

Selepas 45 minit membacakan hukuman-hukuman itu, Raouf menamatkan prosiding tersebut.

Sebelum perbicaraan bermula, Ketua Hakim itu telah mengusir salah seorang peguam bela Saddam, bekas Peguam Negara AS, Ramsey Clark dari mahkamah.

Clark telah menyerahkan satu memorandum kepada hakim dengan menyifatkan perbicaraan Saddam sebagai satu ‘persendaan’.

Raouf menuding jari ke arah Clark dan berkata dalam bahasa Inggeris: “Awak keluar.”

Hukuman mati ke atas Saddam itu menandakan satu titik peralihan politik yang dikhuatiri boleh mencetuskan semula pertumpahan darah di kalangan rakyat Iraq.

Malah sejurus selepas keputusan diumumkan pertempuran meletus di daerah majoriti Sunah di Azamiyah, utara Baghdad antara polis dengan kumpulan bersenjata automatik.

Saddam dan tujuh defendan lain dibicarakan oleh tribunal yang disokong Amerika Syarikat (AS) berhubung pembunuhan 148 penduduk kampung Syiah di Dujail sebagai membalas dendam terhadap percubaan membunuh bekas Presiden itu pada 1982.

Sebanyak 108 saksi dipanggil dalam perbicaraan itu termasuk 56 orang saksi pembela.

Saddam juga menjalani perbicaraan lain sejak 21 Ogos lalu atas tuduhan mengarahkan Kempen Anfal di kawasan Kurdis di utara Iraq pada 1987 dan 1988 yang menyebabkan kematian lebih 180,000 orang.

Pendakwa raya awam, Jaafar al-Mussawi berkata, dalam konteks perbicaraan lain itu, tribunal hanya akan mengadili defendan yang masih hidup, manakala kes terhadap mereka yang sudah menjalani hukuman mati akan digugurkan.

Penduduk Syiah dan Sunah seperti dijangka memberikan reaksi berbeza terhadap hukuman mati ke atas Saddam.

Tembakan dilepaskan di Bandar Sadr, kawasan Syiah di Baghdad, sebagai mengalu-alukan hukuman tersebut dan penduduk meraikannya di jalan raya sambil menjerit: “Di mana kamu Saddam? Kami mahu mengerjakan kamu.”

Bagaimanapun, di bandar kelahiran Saddam, Tikrit, 1,000 penduduk tidak mempedulikan perintah berkurung dan berarak di jalan raya dengan membawa gambar bekas Presiden itu.

Saddam memerintah Iraq mulai 16 Julai 1979 dan berjaya mengekalkan pemerintahannya selama 24 tahun sehinggalah rejim beliau dijatuhkan pada 9 April 2003 apabila tentera AS menceroboh Iraq dan menawan Baghdad.

AS menyerang Iraq selepas rejim Saddam dikatakan memiliki senjata pemusnah besar-besaran tetapi tiada bukti ditemui untuk menguatkan dakwaan tersebut.

– Agensi

UM 6.11.2006

Tuesday, August 15, 2006

Ingin Ke Palestin?

oleh : Maszlee Malik

Di antara sms, emel dan juga YM yang sering saya terima ialah "Bagaimana saya boleh pergi ke Palestin untuk berjihad?". Bukan seorang dua, malah puluhan, jika tidak ratusan. Bukan hanya dari kalangan lelaki, malah juga dari wanita. Begitulah semangat jihad dan cintakan Islam yang ada di dalam jiwa rakyat Malaysia. Saya yakin, jika dibenarkan rakyat Malaysia untuk pergi ke Palestin untuk berjihad, nescaya Masjid al-Aqsa sekali lagi akan menyaksikan kemunculan Salahudin. Hanya Salahudin kali ini bukannya berketurunan Kurdi, tetapi mungkin Salahudin Jawa dari Sungai Besar, atau Banjar Air Hitam ataupun Bugis dari Benut. Moralnya, Palestin dan Masjid al-Aqsa masih tetap dan akan tetap berada di dalam hati setiap Muslim.

Apa yang boleh saya lakukan untuk Palestin?, itulah soalan yang sering dikemukakan oleh ramai di kalangan para pemuda dan pemudi Islam. Sekadar menghadiri ceramah-ceramah, mengikuti perkembangan terkini dan juga menangisi syahid-syahid yang gugur dibunuh oleh tentera-tentera Zionis? Adakah itu sudah cukup?

Atau mungkin juga menghulurkan sumbangan, wang ringgit, gelang, cincin dan subang ke dalam tabung Palestin. Adakah itu sudah memadai?

Keluar berdemo, menandatangani memorandum bantahan dan juga memboikot barangan Israel dan AS. Sudah cukupkah itu semua?

Atau mungkin juga bangun di dua pertiga malam dan panjatkan doa kepada Allah SWT agar membantu para mujahidin dan mujahidah di Palestin. Adakah itu juga sudah cukup?

Saya yakin ratusan, malah ribuan dari kalangan para pemuda dan umat Islam kita mampu melakukan lebih daripada itu. Ramai di kalangan kita yang mengimpikan mati syahid seumpama mujahidin di Palestin. Syeikh Ahmad Yassin dan Dr Abdul Aziz al-Rantissi sudah cukup menjadi perangsang untuk umat Islam bangkit mengikuti jejak langkah mereka untuk bersama menuju ke syurga Illahi. Persoalannya. Adakah di sana punya ruang untuk rakyat Malaysia untuk berjihad di bumi Palestin?

Teringatkan kata-kata wakil kerajaan Palestin (HAMAS) yang datang ke Malaysia. Apabila beliau ditanyakan bagaimanakah caranya rakyat Malaysia dapat membantu saudara mereka di Palestin yang ditindas dan dizalimi, beliau menjawab:

"Anda semua tidak perlu pergi ke sana. Ianya amat membahayakan. Rakyat Palestin masih lagi cukup untuk membebaskan al-Aqsa. Kami telah pun mengorbankan nyawa, dunia dan keluarga kami untuk tujuan tersebut. Apa yang kami perlukan adalah sokongan berterusan anda dari segi material. Sekatan dan tekanan yang dikenakan ke atas kami amat payah. Kami perlukan bantuan anda agar kami dapat terus hidup dan terus berjuang. Selain daripada sumbangan material daripada anda, kami juga perlukan tekanan dari negara-negara Islam dan masyarakat antarabangsa ke atas rejim Zionis agar menghentikan sekatan yang zalim ini. Anda boleh mempengaruhi kerajaan anda dan juga masyarakat antarabangsa untuk melakukannya. Akhir sekali, doa anda semua yang ikhlas dan bersunguh-sungguh adalah bekalan kami di dalam perjuangan"

Ramai di kalangan kita yang mengimpikan mati syahid seumpama mujahidin di Palestin.

Ya, memang benar. Mereka perlukan bantuan kewangan dan material yang berterusan daripada kita untuk terus hidup. Bukanlah mereka mengemis, tetapi sekatan ekonomi yang dikenakan ke atas mereka langsung mematikan ekonomi mereka. Mereka tidak berupaya untuk mengimport dan mengekspot mahupun melakukan apa-apa urusan dagang dengan pihak luar. Mereka hanya ada sebuah kerajaan untuk memerintah rakyat tanpa menguasai ekonomi serta jalan akses dan keluar daripada tanah air mereka sendiri. Tanpa sumber yang tetap, tanpa keupayaan untuk menjual hasil nasional mereka, bagaimanakah caranya untuk mereka akan dapat terus hidup?

Maka, sumbangan berterusan haruslah dilakukan. Janganlah hanya sekali sahaja menyumbang dan kemudian tidak menyumbang lagi. Nombor-nombor akaun pertubuhan yang menyalurkan derma telah pun anda miliki (atau layari laman web: www.palestinkini.info). Jadikan amalan anda pada setiap bulan untuk memasukkan sebahagian daripada gaji anda ke dalam salah satu akaun tersebut. Insha Allah, amalan yang berterusan, walaupun sedikit, nilainya amat tinggi di sisi Allah SWT. Yakinlah, walaupun seringgit yang anda sumbangkan, tetapi jika ianya berterusan, ianya akan mendapat tempat di sisi Allah SWT.

Berkenaan dengan doa pula. Doa yang pasti akan mendapat jawapan dari Allah adalah doa dari mereka yang ikhlas dan dari mereka yang dekat dengan Allah. Jika diri kita dipenuhi dengan maksiat dan kelalaian, ianya akan melambatkan jawapan kepada doa tersebut. Oleh yang demikian, usaha untuk menjauhi, mengurangkan dan meninggalkan terus maksiat perlulah dilakukan secara berterusan agar doa kita akan cepat mendapatkan jawapannya. Usaha untuk mengajak masyarakat dan orang lain untuk sama-sama meninggalkan maksiat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT juga perlu diperhebatkan. Ramainya orang yang beriman dan orang yang salih berdoa akan mempercepatkan lagi jawapan dari Allah yang Esa.

Doa yang pasti akan mendapat jawapan dari Allah adalah doa dari mereka yang ikhlas dan dari mereka yang dekat dengan Allah

Mencari waktu yang sesuai untuk berdoa juga adalah penting. Sepertiga malam terakhir, di kala orang ramai nyenyak tidur merupakan waktu yang amat sesuai. Jika benar kita ingin berkorban, maka korbankanlah tidur kita untuk menghadap Allah SWT di waktu tersebut. Hadapkan diri kita dengan penuh keikhlasan, harapan dan pengharapan kepada Yang Maha Mendengar. Berdoalah secara bersungguh-sungguh.

Sunnah Rasulullah SAW di waktu peperangan juga janganlah ditinggalkan. Rasulullah SAW akan melakukan Qunut Nazilah di kala berlakunya peperangan dan kecelakaan ke atas umat Islam. Di Malaysia, sunnah ini jarang diamalkan. Demi mendapatkan kemenangan buat umat Islam, maka sunnah ini perlu dihidupkan semula.

Akhir sekali, usaha memperhebatkan kempen pungutan derma, menyebarkan kesedaran dan juga menyokong segala usaha berkaitan isu Palestin merupakan tanggungjawab kita semua. Kesemuanya akan menjadi bekalan kita untuk bertemu Allah SWT di akhirat nanti. Ianya akan menjadi jawapan jika Allah AWT bertanyakan kepada kita: "Apakah yang telah kita lakukan untuk menyelamatkan Masjid al-Aqsa ketika ia di ambanr keruntuhan?, Apakah yang kita lakukan ketika saudara mara kita di sana bertungkus lumus berusaha untuk memerdekakannya?, Apakah juga yang telah kita lakukan ketika saudara-mara kita dibunuh, disembelih dan juga dizalimi demi memerdekakan Masjid al-Aqsa..."

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua! "

Monday, August 14, 2006

Menunggu Osama Laden...

Oleh: Razzi Armansur

Adakah anda dan orang Islam lain mengharapkan supaya Osama ben Laden dan Al-Qaeda akan muncul membantu Hizbullah, Hamas dan lain-lain negara Islam dari ditindas? Saya pernah dan selalu mengharap begitu.

Sekian lama -- khabarnya Osama ben Laden hero baru dunia Islam telah memberikan berbagai-bagai amaran tetapi amaran kekal amaran. Harapan kian hampa. Lubnan saban hari dibedil Israel, kita terus berharap -- cepatlah Osama dan sekutunya datang membantu. Atau bila leka di Lubnan, Osama masuk ke US untuk memusnahkan US. Itu impiannya.

Jika kita percaya Osama itu wujud, memanglah kita ini manusia yang bodoh atau paling bodoh atau diperbodohkan oleh Amerika. Osama ben Laden tak pernah wujud. Ia adalah ciptaan Amerika. Ambil orang Israel atau Yahudi mabuk berjanggut beri nama Osama, ambil gambar dan video dia, seluruh dunia mengakui itulah Osama ben Laden hero orang Islam. Di Malaysia pun gantung gambar dia, pakai kemeja-T gambar Osama.

Watak Osama diwujudkan supaya Amerika boleh menghentam orang Islam. Dalam sekelip mata saja orang Islam dicop sebagai pengganas. Dalam sekelip mata, kita menjadi takut hendak menyokong gerakan Islam kerana takut turut dicop pengganas.

Dengan adanya Osama, bolehlah Amerika memerangi dan membunuh seramai mungkin orang Islam. Dengan sendirinya, orang Islam telah branding sebagai pengganas.

Nama Osama muncul selepas peristiwa WTC. Hanya 2 - 3 hari selepas itu muncul nama Osama. Amerika pandai berkira-kira -- apalah ruginya runtuh 2 bangunan lama, 4 kapal terbang, tapi tak pasti berapa orang yang mati di WTC, atau betulkah ada yang mati? Katalah yang mati 100 orang -- apalah ruginya kalau dibandingkan keuntungan Amerika boleh menjajah beberapa tanah Islam atas alasan memerangi pengganas. Rugi sikit untung banyak bertahun-tahun.

Satu hero mesti diwujudkan supaya ada peluang untuk menghentam. Maksudnya -- ia mestilah hero untuk orang Islam dan semestinya musuh Amerika. Itulah Osama namanya.

Tolonglah -- kita manusia bijak, takkan begitu mudah diperdaya.

Peristiwa 9/11 (WTC) adalah rekaan Amerika yang kurang teliti sama dengan peristiwa penipuan mendarat di bulan. Banyak tanda soal yang besar-besar belaka dipersoal. Bagi saya yang sangat pelik -- bagaimana dalam masa yang amat singkat CNN sudah bersedia untuk menggambarkan langgaran kapal terbang ke menara kedua. Menara pertama sudah dilanggar, dan kononnya sedang CNN membuat liputan runtuhan menara pertama, datang kapal terbang kedua melanggar menara kedua. Beza langgaran menara pertama dengan menaran kedua tak jauh -- bagaimana CNN sudah bersedia di atas bangunan berhampiran dan dapat menggambarkan sepenuhnya melainkan CNN sudah bersedia sejak dari awal untuk menggambarkan keseluruhan peristiwa yang menjadi titik permulaan negara-negara Islam diserang.

Logik atau tidak -- kalau WTC boleh hancur, bagaimana Pentagon hanya rosak sedikit sahaja. Amat sedikit. Bagaimana pula dengan kapal terbang keempat yang jatuh terhempas begitu saja.

Osama wujud selang 2 hari kemudian dan branding baru dibina -- orang Islam adalah pengganas dan mesti diperangi habis-habisan sampai bila-bila. Sesiapa yang menyokong Osama mesti diperangi.

Afghanistan konon tempat persembunyian Osama diserang. Selepas itu Iraq.

Semuanya berlaku di zaman Bush Junior. Di Malaysia, di mana-mana, teringin saya nak menampar seorang kawan yang berani menyebut "Susah kita nanti kalau Al-Gore menang". Mahathir yang mulakan cakap begitu di surat khabar hanya kerana Al-Gore menyokong gerakan Reformasi Dato' Seri Anwar Ibrahim. Kawan saya mengulang kata-kata di akhbar itu lantas saya tanya, "Kenapa pulak yang susah? Pilihan raya tu kat mana?" Pada masa itu saya meramalkan, kalaulah Bush Junior menang, dia akan meneruskan dendam ayahnya -- Bush Senior. Bush Senior dendam dengan Iraq kerana kalah dalam serangan ke Iraq pada tahun 1991. Muka Bush dilukis di hadapan hotel dan beberapa tempat laluan supaya boleh dipijak-pijak.

Tepat ramalan saya -- "Susah kita kalau Bush menang" -- Iraq terus diserang. Alasannya nuklear dan pengganas.

Sekarang Lubnan diserang. Yahudi dan Nasrani adalah bangsa yang penakut (demikian sabda Rasulullah SAW) tetapi jangan lupa ia bangsa yang sangat bijak dan telah diakui dalam AlQuran. Bijaksana -- dari bangsa merempat, negaranya kecil sahaja kita menjadi besar dan mampu menguasai ekonomi dunia.

Lubnan adalah seperti Malaysia -- bukan negara Islam betul. Ia Islam sekular. Yang dikatakan Islam betul ialah menjadikan AlQuran dan Hadis sebagai perlembagaan, bukan perlembagaan ciptaan Lord Reed. Manakala tentera Hizbullah adalah tentera yang mengamalkan apa yang diamalkan oleh Rasulullah SAW. Kekuatan tentera Islam adalah kepimpinan -- mesti dipimpin oleh ulamak, mesti mengamalkan apa yang diamalkan oleh tentera Rasulullah -- rahsia kekuatan mereka adalah solat malam. Tentera mereka tak ramai -- hanya 300 orang sahaja (tentera elit) tetapi jangan lupa pada bila-bila masa sahaja mereka boleh memanggil puluhan ribu tentera. Mereka ini berhati-hati tidak mahu sampai terbunuh orang awam walaupun orang awam itu berbagsa Israel dan kafir.

Tentera Hizbullah bijak mengatur strategi. Dan jangan lupa, ia adalah satu-satunya tentera di muka bumi ini yang mampu menghalau Israel pada tahun 70'an. Bila Israel bertapak, ia akan meluaskan jajahan bukan keluar, tetapi di Selatan Lubnan, Hizbullah berjaya menghalau Israel.

Sebagai contohnya, sekarang ini Israel yang penakut itu sedang mara ke Selatan Lubnan. Jadi, bila Israel mendatang, ia ibarat rahmat bagi Hizbullah kerana tentera Hizbullah sangat mengelak dari mencederakan orang awam. Kita tunggu apa hasilnya.

Amerika dan Israel cuba untuk branding Hizbullah sebagai pengganas tetapi gagal. Tak ada yang menganggap Hizbullah sebagai pengganas.

Pada zaman Rasulullah, Baginda menggunakan strategi yang sangat mudah iaitu hanya mengepung tentera Yahudi, sekat segala rupa bekalan, dalam masa 15 hari Yahudi menyerah.

Hanya ada 2 negara sahaja yang menyokong dan membantu Hizbullah -- Iran dan Syria. Yang lain adalah negara-negara Arab yang bahlul dan tolol yang tak mungkin membantu kerana ada harga yang boleh dibeli Amerika. Negara-negara Arab ini boleh dipegang kepalanya oleh Amerika. Suatu masa dulu kita percaya betapa radikalnya Libya. Rupanya pemimpinnya yang penglipurlara, yang kadang-kadang datang meeting naik kuda -- Muamar Taik Gadafi adalah orang yang bacul. Kepalanya dah dipijak-pijak Amerika. Ia sama lebih kurang dengan Yasser Arafat, penipu dan pengemis Antarabangsa yang menyebabkan Palestin makin ditindas. Sekarang Hamas berkuasa, kita tunggu, walaupun pemimpinnya bukan ulama. Kita telah melihat bagaimana Al-Fatah dengan pemimpinnya lebih gemar mencari publisiti (dah mati) sebenarnya tunggangan Amerika. Menyesal agaknya sesiapa yang menamakan anak mereka dengan nama Gaddafi, Muamar Gaddafi, Yasser, Yaseer Arafat. Di tempat saya ada budak namanya Yaseer Arafat -- penagih dadah, suatu hari overdose, muntah-muntah di belakang kedai dan mati.

Liga Arab tak mungkin akan membantu. Mereka hanya suka pakai jubah, serban macam Yahudi mabuk dan mesyuarat kemudian mengecam. Itu saja. Hizbullah bukan angkuh -- mereka hanya mahu bantuan dari Iran dan Syria sahaja. Bahkan sehingga kini mereka belum pun meminta bantuan Iran dan Syria. Ada orang mengatakan sebenarnya ini adalah peperangan antara Amerika dengan Iran.

OIC ni apa sebenarnya? Saya pun tak tahu apa sebenarnya fungsi OIC di luar negara dan dalam negara. Sepanjang zaman setahu saya OIC akan hanya, "Oooo..... I see..." Di dalam negara pula OIC dijadikan medan publisiti. Membantu Hizbullah? Saya rasa Hizbullah tak kenal pun apa itu OIC.

Yang membingungkan pihak musuh adalah: pejuang Hizbullah memang bersedia untuk mati kerana inilah peluang seumur hidup untuk syahid. Sebaliknya -- tentera Israel dan Amerika takut mati.

Apa mesej yang boleh kita pelajari? Iman adalah segala-galanya.

Balik ke dalam negara. Ada sesuatu yang sangat melucukan dan menyakitkan kepala hotak kita. Kumpulan Pemuda BN merayau ke beberapa negara untuk menerangkan kekejaman Israel -- satu tindakan yang pelik, mencari publisiti dan menghabiskan wang. Perlukah? Perlukah? Kalau betul-betul serius dan berani, saya cabar untuk terus ke Lubnan dan Palestin. Berani? Bukan saya seorang yang mencabar tetapi sebahagian besar rakyat Malaysia. Janganlah kesengsaraan rakyat Lubnan dan Palestin dijadikan bahan untuk mencari publisiti.

Saya nak menyambung kata-kata pengacara rancangan Al-Kulliyah yang dalam gelak-gelak menyebut pasal santau. Meminta orang yang pandai santau supaya menyantau Israel. Saya gelak besar dengan ejeken tersebut.

Mana dia bomoh penipu, yang selama ini bukan main besar lagi cakapnya yang konon boleh santaulah, jampilah, taiklah, ghaiblah... Mana? Boleh tolong tak santaukan Bush, Perdana Menteri Israel. Kalau jauh sangat tak boleh, takut jin sesat ke apa, boleh, tak ada masalah kita kumpul duit sponsor tiket kapal terbang (bukan pesawat) terus sampai ke Washington dan terus ke pagar White House. Boleh? Boleh tak wahai sekelian bomoh? Kalau jauh sangat kita pergi yang paling dekat, Selatan Thai -- di sini umat Islam pun ditindas habis-habisan. Dekat saja. Boleh tak wahai bomoh sekelian?

Kalau ada bomoh yang membaca tulisan saya ini ingin saya menasihati: Kalau Rasulullah yang kekasih Allah itu pun kena bangun, keluar rumah angkat pedang pergi berperang, inikan kita manusia yang terlalu banyak dosa pada Allah. Kalau gitu Rasulullah tak payahlah keluar rumah -- main jampi saja -- musuh Islam tumbang. Main jampi saja -- pedang terbang menuju musuh macam kat Malaysia ni yang selalu dihebohkan -- keris terbang. Setuju tak wahai bomoh?

Dari Safa: Sejauh mana kebenarannya, wallahu alam......

Friday, August 11, 2006

PULO

Bangkok sasaran baru -- PULO rancang perluas pemberontakan selatan Thailand

BANGKOK 10 Ogos – Kumpulan militan yang berjuang bagi kemerdekaan di wilayah selatan yang penduduknya majoriti Islam tidak menolak kemungkinan memperluaskan pemberontakan ke ibu negara Bangkok dan pusat pelancongan Phuket.

Pertubuhan Pembebasan Bersatu Pattani (PULO) memberitahu akhbar The Nation bahawa langkah itu mungkin diambil sekiranya kerajaan meneruskan taktik penindasan terhadap penduduk setempat yang kebanyakannya bercakap bahasa Melayu.

Ketua Hal Ehwal Luar PULO, Kasturi Mahkuta memberitahu akhbar itu dari lokasi rahsia di Sweden bahawa ia bukan sesuatu yang mustahil bahawa mana-mana “kumpulan pembebasan Melayu” akan berfikir mahu menyerang sasaran di luar wilayah itu.

Kasturi berkata, PULO mempunyai jumlah pegawai dan pasukan bersenjata yang agak signifikan di selatan Thailand tetapi enggan memberikan butiran lanjut atau mengaku bertanggungjawab bagi mana-mana serangan di wilayah itu.

“Ini adalah sesuatu yang kami tidak akan sahkan atau nafikan. Saya tidak boleh nyatakan secara spesifik,” kata Kasturi semasa ditanya serangan atau kejadian besar-besaran yang melibatkan PULO.

PULO muncul pada 1970-an semasa perjuangan tentera oleh etnik Melayu di wilayah paling selatan Yala, Pattani dan Narathiwat yang menuntut kemerdekaan daripada Thailand.

Keamanan dipulihkan pada dekad lepas tetapi lebih 1,300 orang terbunuh sejak puak pemisah melancarkan kempen pengeboman dan tembakan pada Januari 2004.

Namun di sebalik semua itu, Kasturi memberitahu akhbar itu bahawa PULO bersedia mengadakan perbincangan dengan kerajaan untuk membincangkan “penyelesaian.”

Beliau berkata, pucuk pimpinan PULO bimbang dengan keganasan di wilayah itu dan jumlah kematian yang tinggi, dan menurutnya terdapat kecenderungan untuk menyalahkan kumpulan pembebasan Melayu yang melakukan semua serangan itu.

Agensi-agensi keselamatan menyatakan beberapa kumpulan baru antiBangkok telah muncul di selatan dan sebahagian besarnya dipersalahkan bagi keganasan itu. – Bernama

UM 11.8.2006

Kos Israel serang Lebanon RM6 bilion

BAITULMAQDIS 10 Ogos – Pencerobohan tentera Israel ke atas Lebanon kononnya untuk memerangi pejuang Hizbullah dalam tempoh sebulan yang lalu menyebabkan negara Yahudi itu menanggung kos sebanyak RM5.92 bilion (AS$1.6 bilion).

Menteri Kewangan Israel, Avraham Hirshson berkata, beliau akan meminta kerajaan memotong RM2.4 bilion daripada perbelanjaan negara tahun ini bagi menampung perbelanjaan perang.

Bajet tahunan Israel bagi tahun 2006 adalah RM207 bilion (AS$56 bilion).

Cadangan tersebut akan dibentangkan di Kabinet dan diluluskan Ahad ini.

Ketika mengumumkan rancangan pemotongan belanjawan itu, Hirchson berkata, ia tidak membabitkan kenaikan cukai dan peruntukan diambil daripada kementerian-kementerian.

“Semua kementerian diminta menunjukkan tanggungjawab kepada negara dan menanggung beban peperangan,” ujarnya.

Dalam pada itu, tentera Israel yang meneruskan serangan buat hari ke-30 hari ini, menawan bandar-bandar Kristian, Marjayoun dan Qlaiah di selatan Lebanon sekalipun rejim Yahudi itu mengumumkan telah menangguhkan rancangan untuk melancarkan serangan lebih hebat terhadap pejuang Hizbullah.

Askar Israel telah mara dengan berjalan kaki ke Marjayoun, kira-kira lapan kilometer dari sempadan serta Qlaiah dan kampung berhampiran, Burj Al-Molouk.

Mereka disusuli oleh kereta-kereta kebal yang bergerak di jalan raya berdekatan sambil menghadapi bedilan sengit roket dan peluru meriam Hizbullah.

“Saya dapat melihat dua kereta kebal terbakar kira-kira 500 meter dari Marjayoun,” kata seorang penduduk menerusi telefon. – Agensi

UM 11.8.2006